Thursday, 10 June 2010

Elemen-elemen Budaya Sharing

Untuk suksesnya pembentukan budaya sharing sebagai inti dari KM, perusahaan harus memenuhi berbagai persyaratan organisasional atau kultural berikut:

· Peranan kepemimpinan berupa kemampuan merumuskan visi, keterlibatan langsung, pemberian dukungan dan advokasi.

· Budaya perusahaan yang memberikan iklim kepercayaan dan keterbukaan

· Adanya kemauan dari pimpinan organisasi untuk mempromosikan knowledge sharing dan kolaborasi

· Perusahaan menghargai knowledge, pembelajaran dan inovasi

· Perusahaan memiliki struktur organisasi yang adaptif

· Adanya kemampuan organisasi dalam mengeksekusi proses transformasi dengan mulus dan efektif.

STUDI KASUS : PT TOYOTA ASTRA MOTOR

Bagi Astra kesinambungan adalah penting. Oleh sebab itu kami percaya suatu pertumbuhan jangka panjang memerlukan landasan yang kuat dan kokoh. Landasan tersebut berisi filosofi serta nilai-nilai yang menggerakkan organisasi dan diabadikan dalam Catur Dharma. Filosofi ini mencakup bidang komersial maupun etika, seperti halnya dua sisi mata uang, yaitu bisnis yang baik beriringan dengan nilai-nilai yang kokoh.

Komunikasi, Saling Menghargai, Komitmen, Kerjasama dan Inovasi merupakan nilai-nilai penting yang melandasi kesuksesan Astra. Selama satu dekade ini, nilai-nilai tersebut telah menolong melewati gelombang krisis ekonomi, restrukturisasi perusahaan dan pemulihan, sampai sekarang di mana seluruh potensi kami sebagai perusahaan yang sehat kembali dapat terwujud. Tantangan-tantangan tetap ada dan sukses tidak pernah diperoleh secara cuma-cuma. Namun kemanapun arah perubahan itu terjadi, nilai-nilai inilah yang tetap membuat kami mampu bertahan. Nilai adalah kekuatan di balik Astra.

Tentang Astra

Astra dibangun pada 1957 sebagai perusahaan dagang. Dalam perkembangannya, Astra membentuk beberapa strategic alliance dengan pemain-pemain global. Sejak 1990 perusahaan telah tercatat dalam Indonesia Stock Exchange, dengan kapitalisasi pasar pada saat 31 desember 2009 sebesar 140 tirilun rupiah. Astra saat ini terlibat dalam enam lini bisnis, yaitu: Automotive; Financial Services; Heavy Equipment, Mining and Energy; Agribusiness; Information Technology; Infrastructure dan Logistics Value Chain. Pada 31 Desember 2009, astra mempekerjakan 126,700 orang dalam 154 perusahaan termasuk anak perusahaan, asosiasi, dan perusahaan yang dikendalikan bersama.

Kejadian-kejadian Penting

1957 PT Astra International Inc. commenced business as a trading company

1969 Granted sole distributorship for Toyota vehicles in Indonesia

1970 Appointed as sole distributor for Honda motorcycles in Indonesia

Appointed as sole distributor for Fuji-Xerox office equipment in Indonesia

1971 Established PT Toyota Astra Motor (TAM), sole distributor for Toyota

Established PT Federal Motor, sole distributor for Honda motorcycles

1972 Established PT United Tractors specializing in the business of heavy equipment

1973 Appointed as sole distributor for Daihatsu

Set up PT Multi Agro Corporation to take charge of Astra agribusiness division

1978 Established PT Daihatsu Indonesia

1980 Established Dharma Bhakti Astra Foundation (YDBA) to provide assistance to SMEs

1982 Assumed its business in financial services by setting up PT Raharja Sedaya

1985 Set up PT Menara Alam Teknik as the beginning of component business

1989 IFC acquired 6.6% of Astra share

United Tractors and Astra Graphia are listed on the Jakarta Stock Exchange

1990 Initial Public Offering of 30 million shares listed on Jakarta Stock Exchange and Surabaya Stock Exchange

1997 Astra Agro Lestari is listed on the Jakarta Stock Exchange

1998 Astra Otoparts is listed on the Jakarta Stock Exchange

1999 Astra signed debt restructuring agreement phase one

2000 Restructured motorcycle business

A consorsium led by Jardine Cycle & Carriage acquires a 40% shareholding in Astra.

2002 Astra signed debt restructuring agreement phase two

Restructured Daihatsu business

2003 Restructured Toyota business

Toyota and Daihatsu launched collaboration products, Toyota Avanza and Daihatsu Xenia

2004 Early settlement of Astra restructured debt

Astra acquired 31.5% interest in PT Bank Permata Tbk

2005 Entered toll road business by acquiring 34% stake of PT Marga Mandala Sakti

2006 Set up Toyota Astra Financial Services specializing in providing Toyota car financing facilities

Entered water utility business by acquiring 30% stake of PT PALYJA

2007 Astra celebrated its 50th Anniversary

2008 PT Astra Daihatsu Motor (ADM) started export of its commercial vehicle Daihatsu Gran Max to Japan in CBU form

PT Astra International Tbk, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia and Isuzu Motors Limited reorganized PT Pantja Motor to become PT Isuzu Astra Motor Indonesia

Astra initiated a program of 'Go Green With Astra: One employee One Tree' to plant 116,867 trees during the year

Astra Museum and Library was officially opened

2009 Astra Group launched SATU Indonesia (Astra integrated spirit for Indonesia), which serves as program umbrella for all CSR sustainable activities carried out by the Company. The goal is to build a national and unity spirit for the Nation development.

PT Astra Honda Motor manufactured its 25 millionth motorcycle.

PT Toyofuji Serasi Indonesia—a subsidiary of PT Serasi Autoraya—launched its third vessel the MV SERASI III.

PT United Tractors Pandu Engineering, a subsidiary of PT United Tractors Tbk, operated PT Patria Maritime Lines.